Arti sebuah Nama

mengenai nama JIBRIL terdapat khilaf diantara para ulama,silakan baca artikel dibawah, diambil dari: http://tholib.wordpress.com/2007/02/18/memilih-nama-untuk-anak/


.......Dan juga terdapat kritikan tentang makruhnya memberi nama dengan nama malaikat. Memang ada hadits yang melarang memberi nama dengan nama malaikat, yakni hadits :

سموا بأسماء الأنبياء و لا تسموا بأسماء الملائكة


“…Berilah nama dengan nama-nama para Nabi dan jangan beri nama dengan nama-nama Malaikat.” [HR. al-Bukhori dalam at-Tarikh al-Kabir dan al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman]

Akan tetapi hadits ini dho’if, di Dho’ifkan al-Imam al-Albani dalam Dho’iful Jami’ (3283) dan al-Imam al-Bukhori sendiri setelah membawakan hadits ini berkata : “fi isnadihi nazhor” menandakan beliau juga mendhoifkannya.

para ‘ulama memang khilaf dalam masalah memberi nama dengan nama Malaikat, yakni nama khusus para malaikat seperti Jibril, Isrofil, Mikail. Dan ttg adanya khilaf ini sudah diisyaratkan oleh asy-Syaikh Bakr Abu Zaid dalam Mu’jam al-Manahi al-Lafdziyyah. Al-Imam Malik memakruhkan memberi nama dengan Jibril (Wallohu A’lam apakah makruh tahrim atau tanzih) sedangkan dalam beberapa kitab madzhab asy-Syafi’i dan Hambali kami membaca bahwa mereka tidak memakruhkannya, yakni boleh. Berkata An-Nawawi dalam al-Majmu’ (8/436):

مذهبنا ومذهب الجمهور جواز التسمية باسماء الانبياء والملائكة صلوات الله وسلامه عليهم أجمعين ولم ينقل فيه خلاف الا عن عمر بن الخطاب رضى الله عنه أنه نهى عن التسمية بأسماء الانبياء وعن الحرد بن مسكن انه كره التسمية باسماء الملائكة وعن مالك كراهة التسمية بجبريل وياسين

“Madzhab kami dan madzhab jumhur adalah bolehnya memberi nama dengan nama para Nabi dan Malaikat sholawatullohi wa salaamuhu ‘alaihim ajma’in, dan tidak dinukil khilaf pada masalah ini kecuali dari ‘Umar bin al-Khoththob rodhiyallohu anhu bahwa beliau melarang memberi nama dengan nama para Nabi, dan dari al-Hard bin Miskin (Mungkin ada salah tulis, yg benar : al-Harits bin Miskin, pent) bahwa ia membenci memberi nama dengan nama para Malaikat, dan dari Malik makruhnya memberi nama dengan Jibril dan Yaasiin.” -selesai nukilan-

Pendapat al-Imam Malik yang memakruhkan memberi nama dengan “Jibril” tersebut juga diikuti oleh sebagian ‘ulama seperti al-Imam Ibnul Qoyyim dalam Tuhfatul Maudud dan asy-Syaikh Ibnul Utsaimin dalam al-Manahi al-Lafdziyyah. Akan tetapi kami tidak mengetahui dalil yg mereka jadikan hujjah untuk melarang memberi nama dengan nama kekhususan Malaikat selain hadits di atas yang sanadnya dho’if.

Adapun pendapat ‘Umar rodhiyallohu anhu yang melarang memberi nama dengan nama para Nabi terbantahkan dengan beberapa hadits yang menunjukkan taqrir Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam terhadap Bani Isro’il yang memberi nama dengan nama-nama para Nabi dan orang-orang sholeh, dan juga perbuatan Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam yang memberi nama anaknya dengan “Ibrohim”, dll.

Dan masih ada beberapa kritikan lainnya tentang nama-nama dan lafadz-lafadz yang terlarang yang tidak berkaitan dengan artikel kami di atas.

Barang siapa ingin beristifadah dengan kitab “Nadzorot fi Mu’jam al-Manahi al-Lafdziyyah” yang ditulis oleh asy-Syaikh Ali Ridho -Jazahullohu Khoiron ‘ala hadzihi an-Nadzorot- silahkan download di :

http://www.albaidha.net/book/nadarate.zip

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HCS, MSD

SGM

Strategi Dalam Waktu Pergolakan