Adab Bepergian

by Syaikh Abdullah bin Mani' Al-'Utaiby

Terjemah : Muhammad Latif

Editor : Eko Abu Ziyad

ADAB-ADAB DAN BERBAGAI MASALAH PENTING dalam BEPERGIAN

Syaikh Abdullah bin Mani' Al-'Utaiby

Daar Al-Qasim

Segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam tetap terlimpah pada Rasulullah, amma ba'du: Berikut ini adalah beberapa adab dan hukum-hukum yang berkaitan dengan safar.

Saya mengumpulkannya dari kitab-kitab hadits dan fiqih. Tidak ada maksud untuk membahasnya secara detail. Saya hanya ingin mengingatkan beberapa perkara yang penting. Kepada Allah-lah kami memohon taufiq dan ketetapan.

ADAB-ADAB DAN YANG DISUNNAHKAN DALAM BEPERGIAN:

1. Mencari teman yang bisa di ajak bepergian sama-sama. Diriwayatkan dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya bahwa nabi bersabda:

"Satu orang yang berkendaraan itu ibarat satu setan, dua orang yang berkendaraan itu adalah dua setan, dan tiga orang adalah satu rombongan"[1]



2. Menunjuk seorang pemimpin dalam safar. Dari Abu Hurairah r.a dan Abu Sa'id r.a: "Jika ada tiga orang yang bepergian, maka hendaklah salah seorang di antara mereka menjadi pemimpin (rombongan)" (H.R Abu Dawud dengan sanad yang baik).

Dan dalam hadist Ali r.a bahwa Rasulullah r apabila mengutus pasukan, beliau menunjuk salah seorang sebagai pemimpin dan beliau perintahkan mereka agar mendengar dan taat padanya" (H.R Bukhari)

3. Membaca doa naik kendaraan dan doa safar. Diriwayatkan bahwa 'Ali r.a ketika menaiki hewan tunggangannya. Di saat kaki beliau naik, beliau ucapkan: Bismillah. Setelah beliau duduk di atasnya beliau ucapkan:

الحمد لله, سبحان الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين وإنا إلى ربنا لمنقلبون , kemudian beliau mengucapkan Alhamdulillah tiga kali, Allahu Akbar masing-masing sebanyak tiga kali,

سبحانك اللهم إني ظلمت نفسي فاغفرلي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت

"Maha Suci Engkau Ya Allah, Sesungguhnya aku telah mendzalimi diriku, maka ampunilah hamba, karena tidak ada yang mengampuni dosa melainkan Engkau"

Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar r.a bahwa Rasulullah apabila telah duduk di atas untanya untuk bepergian, beliau bertakbir tiga kali lalu membaca:

الحمد لله, سبحان الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين وإنا إلى ربنا لمنقلبون, اللهم إنا نسألك في سفرنا هذا البر والتقوى ومن العمل ما ترضى, اللهم هوّن علينا سفرنا هذا واطو عنا بعده, اللهم أنت الصاحب في السفر والخليفة في الأهل, اللهم إني أعوذ بك من وعثاء السفر وكآبة المنظر وسوء المنقلب في المال والأهل

"Segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah Tuhan yang memudahkan kami untuk mengendarai ini , sedang sebelumnya kami tidak mampu. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah, sesungguhnya kami mohon kebaikan dan takwa dalam bepergian ini dan kami mohon perbuatan yang meridhakan-Mu. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini, dan jadikanlah perjalanan yang jauh seolah-olah dekat. Ya Allah, Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga (kami). Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan serta perubahan yang buruk pada harta dan keluarga"

Dan jika beliau pulang, beliau membaca bacaan di atas dan beliau tambahkan:

آيبون, تائبون, عابدون, لربنا حامدون

"Kami kembali dengan bertaubat, tetap beribadah dan selalu memuji kepada Tuhan kami"

Dalam riwayat Muslim dari Anas menceritakan bahwa ketika kami telah mendekati Madinah, beliau membaca: آيبون, تائبون, عابدون, لربنا حامدون , beliau senantiasa membacanya hingga sampai di Madinah.

Dengan demikian, maka doa safar di baca ketika berangkat dan di saat kepulangannya menuju negeri asalnya.

Imam Muslim juga meriwayatkan dari Abdullah bin Sarjis r.a:

"Rasulullah jika bepergian, beliau berlindung diri dari kelelahan dalam bepergian dan pemandangan yang menyedihkan, keburukan setelah kebaikan, doa orang yang didzalimi, pemandangan yang buruk pada keluarga dan harta"

Doa naik kendaraan ini hanya di baca ketika bepergian. Ini adalah pendapat Ibnu Baaz rahimahullah.

4. Bepergian di Hari Kamis. Imam Bukhari meriwayatkan dari Ka'b bin Malik r.a bahwa Rasulullah hampir tidak pernah bepergian selain di Hari Kamis.

Imam Bukhari membuat satu bab dalam Kitab Jihad: "Ini adalah sesuatu yang utama", karena nabi berangkat menunaikan Haji Wada' pada Hari Sabtu.

5. Bertasbih ketika jalanan menurun, dan bertakbir ketika jalanan menanjak. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Jabir r.a dan Ibnu Umar r.a bahwa Rasulullah jika kembali dari peperangan atau haji atau umrah, beliau bertakbir tiga kali setiap kali melewati jalanan yang menanjak lalu mengucapkan:

لا إله إلا الله وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد, وهو على كل شيئ قدير, آيبون, تائبون, عابدون, ساجدون لربنا حامدون, صدق الله وعده, نصر عبده, وهزم الأحزاب وحده[2]

"Tidak ada tuhan yang patut diibadahi dengan hak melainkan Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu, kami kembali dengan bertaubat, tetap beribadah dan bersujud, dan selalu memuji kepada Tuhan kami. Allah telah memenuhi janji-Nya, Dia telah membela hamba-Nya dan mengalahkan musuh-musuh-Nya sendirian"

6. Berpamitan ke keluarga, kerabat dll.

7. Bersegera kembali setelah selesai dari keperluannya. Nabi bersabda:

"Safar/bepergian itu adalah sebagian dari siksa, dimana ia tidak dapat makan, minum dan tidur. Maka jika salah seorang di antara kalian telah menyelesaikan keperluannya, hendaklah ia bersegera kembali ke keluarganya"[3]



8. Imam Muslim meriwayatkan dari Nabi bahwa beliau bersabda :

"Malaikat tidak menemani rombongan (dalam perjalanan) yang padanya terdapat anjing dan lonceng".

9. Nabi jika dalam perjalanan dan menjumpai saat sahur, beliau mengucapkan:

سمع سامع بحمد الله, وحسن بلائه علينا, ربنا صاحبنا, وأفضل علينا عائذاً بالله من النار[4]



10. Barangsiapa yang singgah di suatu tempat dalam perjalanan lalu mengucapkan:

أعوذ بكلمات الله التامات من شرّ ما خلق

Maka tidak ada yang membahayakannya sampai ia berpindah dari tempat itu.[5]



11. Doa dalam perjalanan adalah mustajab. Dalam sebuah hadits tentang orang yang doanya tidak akan ditolak, beliau menyebutkan diantaranya seorang musafir/ orang yang dalam perjalanan.[6]



12. Termasuk hal yang disunnahkan agar tidak mendatangi keluarganya di waktu malam sepulang dari bepergian, kecuali bila telah memberi khabar sebelumnya.[7]



13. Termasuk hal yang disunnahkan, sepulang dari safar membikin walimah.[8]



14. Nabi r jika mendatangi Madinah, dan beliau telah melihatnya, maka beliau gerakkan hewan tunggangannya (maksudnya supaya lebih cepat jalannya) saking cintanya beliau pada Madinah.

15. Termasuk hal yang disunnahkan ketika kembali dari bepergian untuk datang ke masjid dan shalat dua raka'at.[9]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HCS, MSD

SGM

Strategi Dalam Waktu Pergolakan