Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2009

RAHASIA KEKALAHAN PASUKAN ROMAWI DENGAN PASUKAN MUSLIMIN

Al Walid bin Muslim berkata, telah berkata padaku orang yang mendengar langsung dari Yahya Al Ghassani yang mendengar cerita dari dua orang lelaki dari kaumnya, keduanya berkata, "Ketika kaum Muslimin turun menasuki Jordania, kami saling berkata sesama kami bahwa Damaskus akan dikepung. Kamipun berangkat berusaha mendapatkan informasi yang sebenarnya. Ketika kami dalam keadaan demikian tiba-tiba datanglah utusan pendeta menyuruh kami untuk menghadapnya, kami segera datang menemuinya. Dia bertanya kepada kami, " Apakah kalian berdua dari warga arab?" Kami menjawab, "Ya!" Kemudian dia bertanya lagi, "Apakah kalian berdua beragama Nasrani?" Kami menjawab, "Ya!" Dia berkata, "Hendaklah salah seorang dari kalian pergi mencari informasi mengenai kaum Muslimin dan lihat bagaimana kondisi mereka. Sementara yang lainnya hendaklah bersiap-siap menjaga harta saudaranya." Salah seorang dari kami masuk mengintai. Tak berapa lama dia kembali kep...

Arti sebuah Nama

mengenai nama JIBRIL terdapat khilaf diantara para ulama,silakan baca artikel dibawah, diambil dari: http://tholib.wordpress.com/2007/02/18/memilih-nama-untuk-anak/ .......Dan juga terdapat kritikan tentang makruhnya memberi nama dengan nama malaikat. Memang ada hadits yang melarang memberi nama dengan nama malaikat, yakni hadits : سموا بأسماء الأنبياء و لا تسموا بأسماء الملائكة “…Berilah nama dengan nama-nama para Nabi dan jangan beri nama dengan nama-nama Malaikat.” [HR. al-Bukhori dalam at-Tarikh al-Kabir dan al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman] Akan tetapi hadits ini dho’if, di Dho’ifkan al-Imam al-Albani dalam Dho’iful Jami’ (3283) dan al-Imam al-Bukhori sendiri setelah membawakan hadits ini berkata : “fi isnadihi nazhor” menandakan beliau juga mendhoifkannya. para ‘ulama memang khilaf dalam masalah memberi nama dengan nama Malaikat, yakni nama khusus para malaikat seperti Jibril, Isrofil, Mikail. Dan ttg adanya khilaf ini sudah diisyaratkan oleh asy-Syaikh Bakr Abu Zaid dalam Mu’...

Lafadz-Lafadz yang Ringan di Lidah

Penulis: Ummu Ziyad Muroja’ah: Ust. Aris Munandar Banyak kata…keluar dari lisan kita. Tapi entah berapa yang mengeluarkan sepatah dua patah yang menambah bekal pahala di akhirat nanti. Ya saudariku…hanya sepatah dua patah kata…yang terasa ringan untuk diucapkan, mudah untuk dihafalkan, dan dapat menambah keimanan kita. Bukankah iman bertambah dan berkurang? Semoga kita tidak lupa untuk mengamalkan sunnah ini dan bersemangat untuk menghafalkan dan mengamalkan do’a dan dzikir lainnya (yang membutuhkan waktu untuk menghafalkan dan mengamalkannya) yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bismillah Untuk lafadz yang satu ini, mungkin kita sendiri lupa entah kapan mulai mempelajarinya. Ternyata banyak saat-saat yang kita disunnahkan untuk mengluarkan lafadz ini. Yang pertama adalah saat hendak mulai makan. Hei…mungkin langsung ada yang bertanya-tanya, bukankah saat hendak makan doa yang dibaca “Allahumma bariklana…?” Jawabnya, “Bukan saudariku.” Bahkan do’a tersebut tidak p...

Agar Perjalanan Anda Penuh Makna

Melakukan perjalanan mungkin sudah menjadi kebiasaan sebagian besar di antara kita. Mulai dari berjalan ke sekolah, kampus, pasar, sekedar berjalan kaki ke warnet bahkan hingga safar ke luar kota. Selama perjalanan tersebut tentunya membutuhkan waktu. Namun pernahkah terpikir oleh kita untuk memanfaatkan waktu selama perjalanan tersebut dengan amalan-amalan yang akan mendatangkan manfaat bagi kita? Semoga tulisan berikut ini dapat menjadi tambahan ilmu bagi kita semua untuk memanfaatkan waktu perjalanan agar semakin bermakna. Perbanyak Berzikir Berzikir adalah ibadah yang sangat mudah. Bisa dilakukan kapan pun dan tanpa mengeluarkan banyak biaya. Namun Alloh menjanjikan ganjaran yang sangat besar bagi orang yang lisannya selalu basah dengan zikir. Apapun kendaraan yang kita gunakan, serta selama apapun kita melakukan perjalanan, berzikir dapat kita lakukan setiap saat. Ketika sedang memegang setang motor atau memegang kemudi roda empat. Ketika berjalan cepat di jalan tol atau kondisi k...

Kajian Hadits bulan Rajab

1.“Di dalam Syurga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu, lebih manis daripada madu, barangsiapa yang berpuasa pada bulan Rajab, Allah akan mengizinkan ia minum dari sungai tersebut”. Hadis Bathil. Al-Dhaifah oleh Sheikh Al-albani: hadis 1898 2.“Ya Allah berkatilah kami pada bulan Rajab dan Sha’ban dan panjangkanlah umur kami ke bulan Ramadan”. Hadis Munkar. 3.“Rasulullah tidak berpuasa sesudah bulan Ramadhan melainkan bulan Rajab dan Sya’ban”. Hadis Munkar. 4. “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, Ramadhan adalah bulan umatku”. Hadis Dhaif. (Al-Dhaifah oleh Sheikh Al-albani: hadis 4400) 5. “Barangsiapa yang berpuasa tiga hari pada bulan Rajab, Allah akan memberikan dia pahala puasa satu bulan dan barangsiapa yang berpuasa sebanyak tujuh hari akan ditutup baginya tujuh pintu neraka…” Hadis Maudhu’. (Ibnu Al-jauzi Al-Maudhu’at, 2/206) 6. “Barangsiapa yang sholat Maghrib pada malam pertama bulan Rajab lalu sholat dua puluh raka’at, dibaca pad...

Perbedaan bukan Rahmat namun Adzab

by islamiyah Berkata sebagian kaum Muslimin : “Biarkanlah keragaman pendapat yang ada di tubuh kaum Muslimin tentang agama mereka tumbuh subur dan berkembang, asalkan setiap perselisihan dibawa ketempat yang sejuk.” Alasan mereka didasarkan pada sebuah hadits yang selalu mereka ulang-ulang dalam setiap kesempatan, yaitu hadits: “Perbedaan pendapat pada umatku adalah rahmat” Benarkah ungkapan ini? benarkah Rasulullah mengucapkan hadits tersebut? Apa kata Muhadditsin (Ahli Hadits) tentang hadits tersebut?? Syaikh Al-Albani rahimahulah berkata: “Hadits tersebut tidak ada asalnya”. [Adh-Dhaifah :II / 76-85] Imam As-Subki berkata: “Hadits ini tidak dikenal oleh ahli hadits dan saya belum mendapatkannya baik dengan sanad shahih, dhaif (lemah), maupun maudhu (palsu).” Syaikh Ali-hasan Al-Halaby Al-Atsari berkata: “ini adalah hadits bathil dan kebohongan.” [Ushul Al-Bida] Dan dari sisi makna hadits ini disalahkan oleh para ulama. Al-Alamah Ibnu Hazm berkata dalam Al-Ahkam Fii Ushuli Ahkam ...

BEBERAPA PERMASALAHAN PENTING TENTANG SAFAR :

BEBERAPA PERMASALAHAN PENTING TENTANG SAFAR : 1. Bagi orang yang dalam perjalanan disyareatkan untuk mengqashar shalatnya semenjak ia keluar dari daerahnya. Imam Bukhari memberikan ta'liq dalam Kitab Shahihnya dari 'Ali r.a bahwa ketika beliau keluar dari Kufah, beliau qashar shalat, sedang beliau masih melihat bangunan perumahan. Ketika beliau kembali (dari safar) beliau di tanya: ini adalah kufah, maka beliau menjawab: Sampai kita memasukinya. [1] [10] Nabi shalat Dzuhur di Madinah empat raka'at dan dua raka'at Ashar di Dzul Hulaifah. 2. Jika telah masuk waktu shalat dan ia dalam keadaan mukim, lalu ia safar, kemudian ia shalat dalam safarnya, maka apakah ia shalat sempurna atau qashar ? Jawaban yang benar adalah qashar. Ibnul Mundzir dalam Kitab Al-Ausath (4354) meriwayatkan pendapat ini secara ijma'. Adapun pendapat yang masyhur menurut shahabat kami dari kalangan madzhab hambali adalah menyempurnakan shalat. Ini adalah pendapat yang tidak kuat. 3. Jika dala...

MENINGGALKAN YANG TIDAK BERMANFAAT

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " من حسن إسلام المرء ترك ما لا يعنيه " حديث حسن رواه الترمذي وغيره هكذا Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata : "Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : "Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya" ". [Tirmidzi no. 2318, Ibnu Majah no. 3976] Hadits di atas juga diriwayatkan oleh Qurrah bin ‘abdurrahman dari Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dan sanad-sanadnya ia nyatakan shahih. Tentang Hadits ini ia berkata : “Hadits ini kalimatnya pendek tetapi padat berisi”. Semakna dengan Hadits ini adalah ucapan Abu Dzar pada beberapa riwayatnya: “Barang siapa yang menilai ucapan dengan perbuatannya, maka dia akan sedikit bicara dalam hal yang tidak berguna bagi dirinya”. Imam Malik menyebutkan bahwa sampai kepadanya keterangan bahwa seseorang berkata kepada Luqman : “Apa yang menjadikan engkau mencapai derajat yang ...

Adab Bepergian

by Syaikh Abdullah bin Mani' Al-'Utaiby Terjemah : Muhammad Latif Editor : Eko Abu Ziyad ADAB-ADAB DAN BERBAGAI MASALAH PENTING dalam BEPERGIAN Syaikh Abdullah bin Mani' Al-'Utaiby Daar Al-Qasim Segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam tetap terlimpah pada Rasulullah, amma ba'du: Berikut ini adalah beberapa adab dan hukum-hukum yang berkaitan dengan safar. Saya mengumpulkannya dari kitab-kitab hadits dan fiqih. Tidak ada maksud untuk membahasnya secara detail. Saya hanya ingin mengingatkan beberapa perkara yang penting. Kepada Allah-lah kami memohon taufiq dan ketetapan. ADAB-ADAB DAN YANG DISUNNAHKAN DALAM BEPERGIAN: 1. Mencari teman yang bisa di ajak bepergian sama-sama. Diriwayatkan dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya bahwa nabi bersabda: "Satu orang yang berkendaraan itu ibarat satu setan, dua orang yang berkendaraan itu adalah dua setan, dan tiga orang adalah satu rombongan"[1] 2. Menunjuk seorang pemimpin dalam saf...

Musim Panas فصل الصيف

Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah Terjemah : Muhammad Iqbal Ghazali Editor : Eko Abu Ziyad Dalam hitungan hari dan minggu, insya Allah, musim panas akan segera tiba. Waktu berputar begitu cepat tanpa terasa diiringi dengan usia kita yang terus merangkak naik. Dalam tulisan kali ini, saya akan mengutip satu judul dari kitab Lata`if al-Ma'arid karya Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah yang membicarakan tentang hal-hal yang terkait dengan musim. Imam al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari hadits Abu Hurairah t, dari Nabi r, beliau bersabda: "Neraka mengadu kepada Rabb-nya, ia berkata, 'Ya Rabb, sebagian dariku memakan yang lain.' Maka Dia I mengijinkan baginya dua nafas: satu nafas di musim dingin dan satu nafas lain di musim panas. Maka panas membakar yang kamu dapatkan berasal dari angin panas neraka jahanam dan dingin menusuk tulang yang kamu rasakan bersumber dari dinginnya neraka jahannam." Tidak diragukan lagi, sesungguhnya Allah I telah mencipt...

ANJURAN MEMILIKI RASA MALU

عن أبي مسعود عقبة بن عمرو الأنصاري البدري – رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " إن ما أدرك الناس من كلام النبوة الأولى , إذا لم تستح فاصنع ما شئت " رواه البخاري Dari Abu Mas'ud, ‘Uqbah bin ‘Amr Al Anshari Al Badri radhiyallahu anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : "Sesungguhnya diantara yang didapat manusia dari kalimat kenabian yang pertama ialah : Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu. " (HR. Bukhari) [Bukhari no. 3483] Sabdanya “kalimat kenabian yang pertama”, maksudnya ialah bahwa rasa malu selalu terpuji dan dipandang baik, selalu diperintahkan oleh setiap nabi dan tidak pernah dihapuskan dari syari’at para nabi sejak dahulu. Sabda beliau : “berbuatlah sekehendakmu”, mengandung dua pengertian, yaitu : pertama, berarti ancaman dan peringatan keras, bukan merupakan perintah, sebagaimana sabda beliau : “Lakukanlah sesuka kamu” Yang juga berarti ancaman, sebab kepada mereka telah diajarkan ap...

Jumlah jamaah dlm sholat jumat

Jumlah jamaah dlm sholat jumat Tidak harus berjumlah 40 orang, yang penting terpenuhi definisi sholat berjama’ah, yaitu 3 orang. Dalilnya adalah keumuman firman Allah swt : " Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.’ ( Qs al-Jum’ah : 9 ) Dalam ayat tersebut tidak ditentukan jumlah orang yang harus berjama’ah dalam sholat Jum’ah, sehingga bisa dilakukan dengan jumlah tiga orang, karena tiga merupakan batasan minimal dari jama’ah. Hal ini dikuatkan dengan hadist Abu Sa’id Al Khudri r.a bahwasanya Rosulullah saw bersabda : إذا كانوا ثلاثة فليؤمهم أحدهم وأحقهم بالإمامة أقرؤهم “ Jika mereka terdiri dari tiga orang, maka hendaknya salah satu dari mereka, dan yang paling berhak menjadi imam adalah yang paling baik bacaannya. “ ( HR Muslim ) Adapun hadist yang dijadikan sandaran bagi yang mewajibkan jumlah 40 orang ada...

Dunia di mata orang beriman

Dunia di mata orang beriman Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim) Dari Amr bin ‘Auf radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, " .... Akan tetapi aku khawatir ketika dibukakan kepada kalian dunia sebagaimana telah dibukakan bagi orang-orang sebelum kalian. Kemudian kalian pun berlomba-lomba dalam mendapatkannya sebagaimana orang-orang yang terdahulu itu. Sehingga hal itu membuat kalian menjadi binasa sebagaimana mereka dibinasakan olehnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Dari Ka’ab bin ‘Iyadh radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah, sedangkan fitnah ummatku adalah harta.” (HR. Tirmidzi, dia berkata hadits hasan sahih) Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalia...

Apabila dibacakan Al Qur’an, apakah pahalanya sampai kepada si mayyit?

Apabila dibacakan Al Qur’an, apakah pahalanya sampai kepada si mayyit? Jawab; Tidak sampai, dan ini adalah pendapat Al Imam Asy-Syafi’i rahimahullah dan beliau berdalil dengan firman Allah Ta’ala, “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (Qs. An-Najm (39);53). Dan juga hadist yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya dari hadist Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda “Apabila anak adam meninggal dunia terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara; sedekah jariyah, atau anak yang shalih yang mendoakannya, atau ilmu yang bermanfaat”. Apabila anak adam meninggal dunia terputuslah amalannya, beliau tidak katakan amalan orang lain (melainkan amalannya –pentj), orang yang membolehkannya bersandar kepada alasan ini, dan sebenarnya tidak ada dalil yang tegas untuknya, bahkan dalil yang tegas adalah bahwa ketika dua anak perempuan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam meninggal dunia, ...

Hukum Wanita Memotong Rambut Dan Hukum Mengatur Rambut Dengan Mengikuti Mode

Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Pertanyaan. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : Bagaimana hukum wanita memotong rambut? Jawaban Hukum memotong rambut bagi wanita tergantung bagaimana niatnya. Jika niatnya untuk menyerupai wanita-wanita kafir atau fasiq, maka tidak boleh. Tapi jika niatnya untuk menyenangkan suami atau untuk meringankan dirinya, menurut saya ini tidak terlarang. Dengan sayarat sesuai dengan hadits yang terdapat dalam Shahih Muslim, bahwa istri-istri Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dahulu memotong rambut mereka hingga sepanjang kuping (tempat anting-anting) telinga. [Disalin dari buku Majmu’ah Fatawa Al-Madina Al-Munawarah, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Albani, Penulis Muhammad Nashiruddin Al-Albani Hafidzahullah, Penerjemah Adni Kurniawan, Penerbit Pustaka At-Tauhid] HUKUM MENGATUR RAMBUT DENGAN MENGIKUTI MODE Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan. Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya : "Bolehkah istri saya mengatur rambut den...

Memotong Rambut

Memotong rambut pada dasarnya tidak ada perbedaan mencolok baik bagi laki2 maupun wanita telah dijelaskan sebelumnya mengenai syariat mengenai memotong rambut bagi wanita bagi laki2, yang harus diperhatikan adalah : 1. Larangan Qoza' (Mencukur hanya sebagian rambut) Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Nafi’ dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata. “Artinya : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang qoza” Begitupula hadits lain dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang anak yang dicukur sebagian rambut kepalanya dan dibiarkan sebagian yang lain, maka beliau melarang perbuatan mereka itu dengan bersabda. “Artinya : Cukurlah seluruhnya atau biarkan saja seluruhnya” [Ahmad II/88, Abu Dawud No. 4195, Nasa’i 5048 dan Nasa’i dengan sanad yang shahih] 2. Makruh Mencabut Uban Adapun dalil larangan mencabut uban adalah sebuah hadits dari Amru bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya, bahwa Nabi Shalla...